Perbandingan Tradisi Literasi Ulama Nusantara Era Konvensional dan Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.56146/edusifa.v10i1.437Abstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi tradisi literasi ulama Nusantara dari dakwah konvensional menuju dakwah digital di era media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang dianalisis menggunakan content analysis dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dakwah tidak mengubah substansi ajaran Islam, tetapi menggeser media dan metode penyampaiannya. Dakwah konvensional unggul dalam menjaga sanad keilmuan, pembinaan akhlak, dan hubungan guru dengan murid, sedangkan dakwah digital memperluas jangkauan dakwah melalui media sosial secara cepat dan efektif. Oleh karena itu, pengembangan dakwah di era digital perlu mengintegrasikan tradisi literasi ulama Nusantara dengan literasi digital agar otoritas keilmuan dan etika dakwah tetap terjaga
Kata Kunci: : tradisi literasi, ulama Nusantara, dakwah digital, media sosial
ABSTRACT
This study analyzes the transformation of the Nusantara scholars' literacy tradition from conventional to digital preaching in the social media era. A qualitative approach with a library research method was employed. Data were collected from books, scholarly journals, and academic documents and analyzed using content and comparative analysis. The findings reveal that digital transformation has not changed the substance of Islamic preaching but has shifted its media and methods. Conventional preaching remains important for preserving scholarly authority, moral development, and teacher–student relationships, while digital preaching expands its reach through social media more effectively. Therefore, integrating the literacy tradition of Nusantara scholars with digital literacy is essential to maintain scholarly authority and ethical Islamic preaching
Keywords: literacy tradition, Nusantara scholars, digital preaching, social media.



<h3>