EPISTEMOLOGI ISLAM DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP ILMU HUMANIORA
A. Landasan Epistemologi Islam B. Nilai, Etika, dan Tujuan Ilmu Pengetahuan C. Kontribusi Terhadap Ilmu Humaniora
DOI:
https://doi.org/10.56146/edusifa.v10i1.434Keywords:
epistemologi Islam, bayani, burhani, irfani, humanioraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi Islam serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu humaniora. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam dibangun atas tiga pilar utama, yaitu bayani (tekstual), burhani (rasional), dan irfani (spiritual), yang secara integratif membentuk kerangka pengetahuan yang komprehensif. Berbeda dengan epistemologi Barat yang cenderung menekankan rasionalitas dan empirisme, epistemologi Islam mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan. Dalam konteks ilmu humaniora, epistemologi Islam memberikan kontribusi signifikan melalui pendekatan yang holistik dan bernilai. Pertama, menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum melalui paradigma integratif-interkonektif. Kedua, menekankan pentingnya etika dan moralitas dalam setiap kajian humaniora. Ketiga, menghadirkan perspektif antropologi dan sosiologi Qur’ani yang berbasis wahyu. Keempat, memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang mencakup aspek material dan spiritual. Kelima, menawarkan metodologi alternatif yang tidak hanya berbasis empiris, tetapi juga mempertimbangkan teks dan pengalaman batin. Dengan demikian, epistemologi Islam tidak hanya relevan sebagai sistem pengetahuan, tetapi juga sebagai paradigma alternatif dalam pengembangan ilmu humaniora yang lebih etis, integratif, dan berorientasi pada kemaslahatan manusia.



<h3>