Reorientasi Pendidikan Islam di Era Disrupsi Digital: Studi Kualitatif tentang Integrasi Nilai Akhlak dan Literasi Digital di Madrasah
DOI:
https://doi.org/10.56146/edusifa.v9i5.386Keywords:
Pendidikan Islam, Disrupsi, Madrasah, Akhlak, Literasi DigitalAbstract
Era disrupsi digital telah menciptakan tantangan paradigmatis bagi pendidikan Islam, terutama dalam mempertahankan dan menginternalisasikan nilai akhlak di tengah arus informasi yang masif dan tidak tersaring. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis reorientasi pendidikan Islam melalui studi integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai akhlak di lingkungan madrasah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa reorientasi ini diwujudkan melalui tiga kerangka utama. Pertama, rekonstruksi komponen pendidikan—meliputi tujuan, kompetensi guru, metode, materi, dan evaluasi—untuk mencapai keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penanaman karakter. Kedua, pengembangan model integratif-spirital dalam pembelajaran, di mana media digital tidak hanya menjadi alat penyampai konten, tetapi juga wahana untuk refleksi, keteladanan, dan pembiasaan nilai akhlak. Ketiga, respons pendidikan Islam yang mencakup level kurikuler, institusional, dan sosial untuk membendung degradasi akhlak akibat paparan konten negatif di media sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi yang sinergis antara literasi digital kritis dan fondasi akhlak Islami merupakan kunci transformasi madrasah menjadi lembaga pendidikan yang tangguh, relevan, dan berkarakter di era digital. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penguatan kapasitas guru, pengembangan kebijakan sekolah yang mendukung, serta kolaborasi dengan komunitas untuk mewujudkan pendidikan Islam yang holistik.



