MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TAHFIZ (STUDI ATAS KURIKULUM MANDIRI PKBM BAITUL HASANAH ISLAMIC SCHOOL)
DOI:
https://doi.org/10.56146/dakwatussifa.v5i2.589Abstract
Abstract: This study aims to develop and describe a model for Islamic Religious Education (PAI) based on Qur’an memorization (tahfidz) within the context of the Independent Curriculum in both nonformal and formal educational institutions. Using a qualitative case study approach, this research explores how and to what extent existing memorization models—such as interactive memorization, muroja’ah-talqin, and the talaqi and bil-Qur’an methods—are adopted, adapted, and developed into a single integrated PAI model based on memorization. The research focused on a specific educational institution implementing the Independent Curriculum, allowing the researcher to observe the learning process, teacher-student interactions, and the integration of the tahfidz program with the flexible curriculum structure. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed thematically to identify patterns, dynamics, and supporting and inhibiting factors in the implementation of this learning model. The research results show that the tahfidz-based Islamic Education learning model is capable of enhancing learning motivation, the quality of memorization, understanding of Qur’anic values, and the development of students’ Qur’anic character. This model also proves more effective when explicitly integrated into the Independent Curriculum, so that the tahfidz component is not merely an extracurricular activity but becomes an integral part of the PAI learning process. Thus, this study offers a practical contribution in the form of a contextual, systematic, and relevant tahfidz-based Islamic Education learning model that aligns with Indonesia’s Independent Curriculum policy.
Keywords: tahfidz-based Islamic Education (PAI) learning, Independent Curriculum, Qur’an memorization, qualitative approach.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis tahfidz Al Qur’an dalam konteks Kurikulum Mandiri di lembaga pendidikan nonformal dan formal. Melalui pendekata kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali bagaimana dan sampai sejauh mana model-model tahfidz yang sudah ada, seperti tahfidz interaktif, muroja’ah-talqin, serta metode talaqi dan bil-qur’an, diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan menjadi satu model terpadu PAI berbasis tahfidz. Lokasi penelitian difokuskan pada suatu kasus lembaga pendidikan yan menerapkan Kurikulum Mandiri, sehingga memungkinkan peneliti mengamati proses pembelajaran, interaksi guru-siswa, serta integrasi program tahfidz dengan struktur kurikulum yang fleksibel. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisissecara tematik untuk mengidentifikasi pola, dinamika, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan model pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI berbasis tahfidz mampu meningkatkan motivasi belajar, kualitas hafalan, pemahaman nilai-nilai Al Qur’an, serta pembentukkan karakter Qur’ani peserta didik. Model ini juga beralan lebih efektif Ketika terintegrasi secara eksplisit dalam Kurikulum Mandiri, sehingga muatan tahfidz tidak hanya berstatus kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran PAI. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa model pembelajaran PAI berbasis tahfidz yang kontekstual, sistematis, dan relevan dengan kebijakan Kurikulum Mandiri di Indonesia.
Kata kunci: pembelajaran PAI berbasis tahfidz, Kurikulum Mandiri, tahfidz Al Qur’an, pendekatan kualitatif.


